Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang

Industri rokok di Indonesia mempunyai peranan penting dalam kegiatan ekonomi masyarakat dan negara. Sebagai negara berkembang dimana rokok merupakan  konsumsi  bagi  sebagian  besar  masyarakat  yaitu  sekitar  60%  dari jumlah penduduk Indonesia, industri rokok memiliki potensi yang cukup besar untuk   berkembang.   Perkembangan   industri   rokok   di   Indonesia   tentu   saja membawa pengaruh yang cukup positif dalam beberapa segi khususnya dunia ekonomi. Sebab dengan adanya industri rokok sedikitnya 6 juta tenaga kerja berhasil diserap oleh sekitar 3000 perusahaan rokok di seluruh Indonesia.

Indonesia yang sebagian besar pendapatan dalam negerinya berasal dari sektor pajak, sangat diuntungkan dengan berkembangnya industri rokok. Hal ini disebabkan pemerintah mengenakan tarif yang cukup tinggi bagi cukai rokok. Dalam beberapa tahun terakhir penerimaan negara dari cukai rokok menunjukkan peningkatan.  Pada  tahun  2003  pendapatan  cukai  sebesar  Rp  26,3  Triliun sedangkan pada tahun 2005 mencapai Rp 32,6 Triliun. Selain masalah penerimaan cukai, regulasi tentang industri rokok diarahkan pada usaha penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu industri rokok sangat berjasa dalam mengurangi  tingkat pengangguran dan  menggairahkan kegiatan ekonomi masyarakat serta negara. Sebagai industri manufaktur tentu saja industri rokok juga menyokong kegiatan industri bahan baku, dimana dalam hal ini yang paling diuntungkan dengan adanya industri rokok adalah industri perkebunan.

Industri rokok meski memiliki pengaruh positif seperti penjelasan di atas, pada saat ini dan juga masa mendatang memiliki tekanan atau acaman yang cukup kuat dan dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan industri rokok. Rokok sebagai produk utama perusahaan rokok diyakini memiliki ekses terhadap kesehatan manusia. Alasan inilah yang menggerakkan pemerintah dan lembaga swadaya  masyarakat  (LSM)  baik  dari  dalam  maupun  luar  negeri  gencar melakukan kampanye anti rokok. Kampanye yang diimplementasikan dalam beberapa bentuk seperti regulasi promosi atau periklanan bagi industri rokok, regulasi kawasan bebas rokok seperti yang telah diterapkan di Jakarta dan kota- kota lain di luar negeri, penetapan cukai rokok yang sangat besar, dan beberapa kegiatan-kegiatan penyadaran anti rokok lainnya yang dilakukan oleh LSM.

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp350ribu Rp300ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Gerakan kampanye anti rokok jelas berpengaruh negatif terhadap perkembangan industri  rokok.  Gerakan ini  seolah-olah membatasi    dan menghambat gerak industri rokok untuk berkembang. Hal ini belum lagi ditambah dengan munculnya sadar kesehatan dan bahaya rokok pada masyarakat. Dan yang paling memukul kalangan perusahaan rokok adalah tidak sehatnya persaingan dalam industri rokok itu sendiri. Lemahnya pengawasan industri dan penegakan hukum menyebabkan munculnya industri rokok rumah tangga tanpa ijin resmi dan cukai. Hal ini menyebabkan harga jual rokok illegal tersebut jauh dibawah harga jual rokok berpita cukai. Di tengah kondisi perekonomian yang sulit saat ini, banyak konsumen yang lebih memilih rokok tanpa cukai tersebut dengan alasan harga jual yang jauh lebih murah.

Tekanan pada industri rokok yang semakin berat tersebut memaksa perusahaan untuk lebih pandai menyiasati kondisi yang ada. Hal ini pula yang sedang dialami oleh P.T Karya Niaga Bersama Malang (KNBM), perusahaan yang memproduksi rokok merk Grendel ini dituntut untuk mampu merespon dan mengantisipasi segala perubahan yang terjadi di lingkungan perusahaan.

Setiap perusahaan termasuk P.T Karya Niaga Bersama Malang tentunya memiliki tujuan yang hendak dicapai. Untuk itu diperlukan suatu bentuk manajemen pengambilan keputusan untuk mengantisipasi kondisi yang ada di lingkungan internal ataupun eksternal. Salah satu antisipasi tersebut dapat melalui serangkaian keputusan strategik yang tepat agar tindakan operasional dapat lebih terarah. Keputusan tersebut yang pada akhirnya akan menentukan sejauh mana PT. KNBM dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Keputusan  strategik  akan  berjalan  efektif  bila  manajemen  PT.  KNBM telah melaksanakan suatu perumusan strategik. Perumusan strategik sebagai suatu proses memerlukan sebuah umpan balik terhadap segala tindakan dan keputusan yang telah diambil selama ini. Dengan demikian perumusan strategik diharapkan dapat menjawab segala permasalahan yang dihadapi oleh PT. KNBM terutama yang akan terjadi di masa mendatang.

Besarnya peran dan  manfaat   dari perumusan    strategik    menuntut manajemen untuk menetapkan misi, tujuan, dan strategi dalam rangka untuk mewujudkan arah dan orientasi PT. KNBM. Berdasarkan uraian masalah tersebut, maka penelitian ini layak untuk dilakukan dengan judul adalah Perumusan Strategi Pada PT Karya Niaga Bersama Malang.

1.2.      Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat disimpulkan bahwa analisis internal dan eksternal dapat memberikan suatu pengaruh pada pengambilan keputusan strategik organisasional. Sehingga  P.T Karya Niaga Bersama Malang dituntut untuk memilih strategi yang tepat bagi tumbuh dan berkembangnya P.T Karya Niaga Bersama dengan memperhatikan misi dan tujuan awal. Sehubungan dengan itu, maka masalah yang hendak diangkat dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana perumusan strategi dalam menentukan perkembangan P.T Karya Niaga Bersama Malang di masa depan?”

Print Friendly

tags for the article:

PT KARYA NIAGA BERSAMA (22)
Perumusan Strategi Pada PT. Karya Niaga Bersama Malang

Leave a Reply