Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah dan Alasan Pemilihan Judul

Dewasa ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat dan keadaan perekonomian duniapun dapat berubah dengan intensitas yang cukup tinggi, di mana hal ini baik secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi keadaan dan eksistensi sebuah perusahaan. Pimpinan perusahaan harus mengikuti perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi pada segala aspek di lingkungan perusahaan sehingga mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya. Di samping itu pihak manajemen perusahaan harus mampu mengindikasikan dengan akurat kompetisi yang terjadi di pasar dan bagaimana strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan tersebut. Kesemuanya itu telah menyadarkan para pimpinan perusahaan bahwa hanya perusahaan yang dikelola dengan sangat baik yang dapat berkembang dengan baik dalam lingkungan yang stabil dan menguntungkan.

Pada era krisis ekonomi ini perilaku konsumen menjadi lebih rasional dan cermat, mereka lebih mengutamakan nilai (value) dari produk yang mereka beli. Nilai (value) merupakan perbandingan antara keuntungan (benefit) dan biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk menikmati manfaat dari produk tersebut. Dalam rangka menyediakan nilai bagi konsumen perusahaan perlu mengembangkan produk yang benar-benar bernilai, artinya produk tersebut tidak hanya memenuhi selera konsumen melainkan juga harus tersedia harga yang layak dan terjangkau oleh konsumen yang menjadi pangsa pasar perusahaan.

Persaingan usaha di industri rokok semakin kompetitif karena semakin banyak perusahan rokok yang menawarkan berbagai jenis produk yang cukup variatif dan dengan harga yang bersaing. Hal ini mengharuskan PT. GUDANG GARAM, Tbk Kediri sebagai perusahaan terbesar di dunia rokok untuk mampu mengatur strategi sehingga perusahaan mampu tetap exsist dalam persaingan dengan perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan. Untuk menjaga keberlangsungan usahanya perusahaan harus mampu melakukan analisa pengukuran kinerja baik secara finansial maupun secara nonfinansial.

Sistem pengukuran kinerja untuk organisasi atau perusahaan (performance measurement system) telah banyak mengalami perubahan. Selama ini keberhasilan kinerja suatu perusahaan selalu mengandalkan pengukuran secara finansial seperti laba tinggi, peningkatan penjualan, peningkatan return on invesment (RoI) dan lain sebagainya, dimana pengukuran ini hanya memberikan gambaran keberhasilan yang telah dicapai perusahaan dalam jangka pendek. Pengukuran secara finansial tidak bisa mengevaluasi perubahan-perubahan yang terjadi pada perusahaan untuk mengahadapi persaingan yang semakin kompetitif. Di samping itu, pengukuran kinerja secara finansial memiliki keterbatasan atau kesulitan dalam pengendalian aktivitas produksi sehingga manajer harus mampu mengantisipasi kondisi tersebut. Untuk itu dibutuhkan suatu alat pembanding agar dicapai suatu pengukuran yang lebih baik, yaitu dengan menggunakan ukuran kinerja secara nonfinansial yang meliputi mutu, sediaan, produktivitas, kinerja mesin, on time delivery, kepuasan konsumen, cycle time, dan lain sebagainya.

Selama ini akuntansi tradisional lebih banyak memfokuskan pada alat ukur kinerja finansial, seperti anggaran atau biaya standar. Alat ukur kinerja finansial seperti itu tetap diperlukan, tetapi dalam perkembangannya para praktisi dan peneliti menyadari bahwa pengukuran kinerja tradisional yang menitikberatkan pada kinerja finansial tidak lagi bisa mengakomodasikan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, sehingga muncul sistem pengukuran kinerja yang menginginkan keseimbangan antara kinerja finansial dan kinerja nonfinansial. Dalam melakukan pengukuran kinerja manajemen dengan memakai tolak ukur kinerja nonfinansial kita perlu melakukan pengukuran terhadap variabel-variabel tolak ukur nonfinansial. Pada penelitian ini penulis melakukan pengukuran kinerja nonfinansial khususnya pada manajemen produksi dengan menggunakan tiga variabel yaitu kualitas, produktivitas, dan efisiensi.

Setiap konsumen selalu menuntut produk yang memiliki kualitas baik, sehingga konsumen dapat memperoleh kepuasan atas produk tersebut. Untuk melakukan pengendalian terhadap kualitas produk mulai dari proses produksi sampai produk ada di tangan konsumen, tentunya manajemen memerlukan suatu alat ukur kinerja. Dengan adanya pengendalian kualitas yang baik perusahaan dapat mengetahui adanya suatu kesalahan sedini mungkin pada proses produksi, sehingga dapat dihindari adanya produk cacat dan tidak sesuai dengan standar perusahaan. Demikian juga dengan pengukuran tingkat produktivitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan output tertentu, sehingga dapat diketahui apakah perusahaan tersebut produktif atau tidak.

Konsumen selain menginginkan produk yang berkualitas juga menginginkan produk tersebut ada di tangan konsumen dengan cepat, dalam hal ini berkaitan dengan tingkat efisiensi perusahaan. Perusahaan harus mampu memaksimalkan efisiensi perusahaan dengan mempertimbangkan delivery cycle time atau berkaitan dengan kinerja perusahaan yang berhubungan dengan waktu produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan dari proses produksi sampai produk tersebut dipasarkan dan sampai di tangan konsumen (Garrison dan Noreen, 2002). Dan apabila perusahan menginginkan suatu kinerja produksi yang efisien, perusahaan perlu mengurangi delivery cycle time-nya. Pengukuran tingkat efisiensi ini dilakukan untuk mengetahui delivery performance-nya.

PT. Gudang Garam, Tbk sebagai perusahaan rokok terbesar dengan kapasitas produksi dan jenis produk yang beragam, menggunakan pengukuran kinerja finansial dan pengukuran kinerja nonfinansial. Pengukuran kinerja nonfinansial diperlukan untuk memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh PT. Gudang Garam, Tbk sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan karena hanya dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan dapat bertahan di pasaran. Kemampuan suatu produk dapat bertahan di pasar merupakan penentu apakah perusahaan dapat terus bertahan atau tidak. Dengan pengukuran kinerja nonfinansial perusahaan dapat mengetahui sedini mungkin apabila terjadi kesalahan selama proses produksi sehingga dapat segera diselesiakan. Selain itu pengukuran kinerja secara nonfinansial ini juga diperlukan sebagai penyeimbang dari alat ukur kinerja finansial yang pada akhir periode menunjukkan hasil kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan.

Berdasarkan gambaran permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti bermaksud mengangkatnya ke dalam sebuah karya ilmiah dengan judul “Pengukuran Kualitas, Produktivitas, dan Efisiensi untuk Implementasi Akuntansi Manajemen” (Studi Kasus pada PT. GUDANG GARAM, Tbk Kediri)

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengukuran kualitas, produktivitas dan efisiensi dilihat dari kinerja nonfinansial untuk manajemen produksi di PT. Gudang Garam, Tbk?
  2. Bagaimana pelaporan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sebagai pengukuran kinerja manajemen di PT. Gudang Garam, Tbk?

Tulisan terkait:

tags for the article:

Jurnalskripsi.com » PENGUKURAN KUALITAS, PRODUKTIVITAS, DAN EFISIENSI UNTUK IMPLEMENTASI AKUNTANSI MANAJEMEN (Studi Kasus pada PT. Gudang Garam, Tbk Kediri)

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment. Login »