Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Pasar modal memiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan pasar modal dalam penyediaan dana jangka panjang, yaitu sebagai perantara bagi pihak surplus dan pihak defisit dana. Pasar modal merupakan lembaga pemupuk modal dan mobilisasi dana, dimana pasar modal akan memberikan hasil seperti yang diharapkan, apabila pasar modal tersebut merupakan pasar yang  efisien.

Pasar modal yang efisien dapat mendukung perkembangan ekonomi, karena adanya alokasi dana dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif. Pasar modal dapat memperkokoh struktur permodalan di dunia usaha, sehingga dunia usaha dapat mengatur kombinasi sumber pembiayaan sedemikian rupa dan dapat mencerminkan paduan sumber pembiayaan jangka panjang dan jangka pendek (Jusuf, 2000 dalam Dewi, 2005).

Berdasarkan pertimbangan tersebut, pasar modal harus menciptakan suatu mekanisme yang dapat melindungi kepentingan pihak surplus dana (investor), yaitu dengan memberikan informasi yang lengkap dan benar, sehingga dapat memahami secara menyeluruh keadaan emiten bursa efek dari berbagai aspek yang terkait, terutama aspek keuangan, serta perkembangan aktivitas di bursa efek.

Laporan keuangan adalah salah satu sumber informasi yang penting untuk pengambilan keputusan investasi. Meskipun terdapat anggapan umum bahwa informasi laporan keuangan yang terbatas pada informasi akuntansi tidak begitu dapat dipercaya, namun pasar tetap memperhatikan laporan keuangan tersebut (Dewi, 2005).

Laporan keuangan mempunyai fungsi utama sebagai media komunikasi yang digunakan untuk mengurangi asimetri informasi antara emiten dan investor. Kondisi keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan digunakan oleh investor untuk melakukan penilaian sebelum mereka mengambil keputusan untuk membeli atau menjual instrumen investasi. Salah satu aspek dalam laporan keuangan yang menjadi penilaian investor dalam mengukur kinerja perusahaan adalah kemampuan emiten menghasilkan laba. Implikasinya adalah harga saham akan bereaksi terhadap informasi laba yang dipublikasikan melalui laporan keuangan.

Berdasarkan kenyataan yang ada, seringkali perhatian pengguna laporan keuangan hanya ditujukan kepada informasi laba, tanpa memperhatikan bagaimana laba tersebut dihasilkan. Hal ini dapat mendorong manajemen perusahaan untuk melakukan beberapa tindakan yang disebut dengan manajemen atas laba (earning management) atau manipulasi laba (earning manipulation). Beattie et. al (1994), menyatakan bahwa investor yang sering memberikan perhatian terpusat pada informasi laba tanpa memperhatikan prosedur dan standar yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba tersebut akan mendorong manajemen untuk melakukan manajemen laba.

Manajemen laba terlepas dari positif atau negatif, jika dipandang dari sisi kualitas laba akan mengindikasikan kualitas laba yang rendah, sebab laba tidak disajikan sebagaimana adanya. Kualitas laporan keuangan sangat menentukan apakah informasi yang  terkandung di dalamnya lebih berdaya guna bagi pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan ekonomi (Lesmana 2003 dalam Dewi 2005). Namun pasar modal di Indonesia masih belum dapat mendeteksi kualitas laba yang dipengaruhi oleh praktek manajemen laba dengan baik. Sehingga pasar modal Indonesia cenderung memberi respon positif terhadap laporan laba yang memberikan laba positif, terlepas didalamnya terdapat prakek manajemen laba ataupun tidak (Pudjiastuti 2006).

Sutrisno (2006), studi terdahulu tentang hubungan antara laba dan volume perdagangan saham dilakukan oleh Beaver (1968), dan dikembangkan oleh Bamber dan Cheon (1995), dan Baron (1995). Studi rasio keuangan untuk prediksi laba pertama kali dilakukan oleh Ou dan Penman (1989), studi akrual akuntansi oleh Sloan (1996), studi manajemen laba oleh Healy (1985), Jones (1991), Cahan (1992), Sweeney (1994), dan Dechow, Sloan dan Sweeney (1996).

Pertimbangan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara praktek manajemen laba dengan reaksi pasar didasarkan pada beberapa penelitian yang dilakukan oleh: Fundenberg dan Tirole (1995), Hartono (1998 dan 2000), Gul et al (2003), Ardiati (2003) meneliti dan membuktikan adanya pengaruh manajemen laba terhadap harga saham (Sutrisno 2006). Penelitian yang dilakukan oleh Gumanti (2001) dalam Saiful (2004) pada perusahaan yang terdaftar di BEJ telah membuktikan bahwa terjadi paktek manajemen laba menjelang IPO, penelitian tersebut untuk meneliti kembali dan memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh Kiswara (1999) yang menemukan bahwa perusahaan yang terdatar di BEJ melakukan praktek manajemen laba untuk membentuk persepsi positif investor terhadap perusahaan. Teoh et al 1998 b; Rangan 1998; Shivakumar 2000 dalam Saiful 2004 menemukan bahwa manajemen laba terjadi pula ketika Seasoned Equity Offerings (SEO). Reaksi pasar terhadap manajemen laba ini ditunjukkan dengan penyesuaian terhadap harga saham setelah IPO dan SEO.

Penelitian terdahlu yang meneliti adanya hubungan antara kualitas laba  dengan reaksi pasar adalah penelitian yang dilakukan oleh Kotari (2001), Richardson (2004), Ball dan Brown(1968), Easton, Harris, dan Ohlson (1992), Ali (1994) dalam Sutrisno (2006) dan penelitian di Indonesia oleh Triyono (2000), Febrianto (2006), Diana (2004), Methy (2006), Tuasikal (2002).

Kothari (2001) dalam Sutrisno (2006) menelaah riset empiris terhadap hubungan antara pasar modal dan laporan keuangan. Richardson (2004) meneliti hubungan antara reabilitas akrual dan presistensi earning terhadap reaksi pasar. Penelitian terdahulu yang meneliti adanya hubungan antara informasi laba akuntansi dengan reaksi pasar, sebelum penelitian yang dilakukan Kothari (2001) dan Richardson (2004) adalah penelitian yang dilakukan oleh Ball dan Brown (1968) menguji kandungan informasi ketepatwaktuan (timely) pengumuman laba dan prediksi manfaat informasi laba akuntansi. Ball dan Brown (1968) mengklasifikasikan pengumuman laba kedalam bentuk bad news dan good news, dan mengevaluasi return pasar bulanan sekitar waktu pengumuman adalah positif jika pengumuman laba dianggap sebagai good news, dan negatif jika pengumuman laba dianggap sebagai bad news. Hal ini berarti bahwa informasi yang terkandung dalam angka laba akuntansi bermanfaat dan pasar bereaksi dengan arah yang sama, disamping itu laba akuntansi juga mengandung informasi yang tercermin dalam pergerakan harga saham disekitar tanggal pengumuman laba.

Penelitian terdahlu yang meneliti adanya hubungan antara praktek manajemen laba dengan kualitas laba adalah penelitian yang dilakukan oleh Subramanyam (1996); Pae (1999); Sankar (1999); Pae dan Feltham (2000) dalam Pujiastuti (2006) menemukan bahwa terdapat pengaruh positif antara earning management dengan earning quality. Penelitian yang dilakukan Thomas dan Zhang (2000); Hribar (2000); Richardson (2001); Dechow dan Dichev (2002) dalam Pagalung (2006) menemukan bahwa terdapat pengaruh antara informasi laba yang terdapat indikasi praktek manajemen laba dengan kualitas laba. Penelitian di Indonesia dilakukan oleh Boediono 2005 dalam Pujiastuti (2006) yang menemukan bahwa terdapat pengaruh positif antara earning management dengan earning quality. Pujiastuti dan Aida (2006) yang meneliti pengaruh earnings management pada earnings quality, menghasilkan bahwa terdapat pengaruh antara earning management dengan earning quality.

Peneliti menguji kembali penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi (2005) tentang dampak manajemen laba terhadap kualitas laba dan reaksi pasar. Penelitian tersebut menggunakan populasi perusahaan yang terdaftar di BEJ pada tahun 2000-2003 dengan sampel perusahaan manufaktur yang termasuk dalam kelompok industri barang konsumsi. Hasil penelitian Dewi (2005) meliputi:

1. Manajemen laba berpengaruh positif terhadap reaksi pasar. Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan Subramanyam (1996) dan Saiful (2002), yang menemukan bahwa pasar akan bereaksi positif terhadap laba yang seolah-olah memiliki kualitas dan kinerja yang baik, meskipun laba tersebut mengandung manajemen laba.

2. Manajemen laba berpengaruh negatif terhadap kualitas laba. Hal ini sesuai dengan teori yang digunakan oleh Dewi (2005) sebagai dasar teori dalam penelitian yang telah dilakukannya, teori tersebut menyatakan bahwa manajemen laba akan mempengaruhi kualitas laba, dimana semakin tinggi manajemen laba maka akan semakin rendah kualitas laba yang dilaporkan. Mengingat, tindakan manajemen laba sesungguhnya tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya, dimana laba yang dilaporkan lebih banyak mengandung akrual dibandingkan jumlah kas yang sesungguhya dimiliki oleh perusahaan.

3. Kualitas laba tidak mempengaruhi reaksi pasar. Hal ini tidak mendukung penelitian terdahlu yang dilakukan oleh Ball dan Brown (1968) dalam Sutrisno (2006) yang menguji kandungan informasi ketepatwaktuan (timely) pengumuman laba dan prediksi manfaat informasi laba akuntansi. Ball dan Brown (1968) mengklasifikasikan pengumuman laba dalam bentuk bad news dan good news, dan mengevaluasi return pasar bulanan sekitar waktu pengumuman adalah positif jika pengumuman laba dianggap sebagai good news, dan negatif jika pengumuman laba dianggap sebagai bad news. Hal ini berarti bahwa informasi yang terkandung dalam angka laba akuntansi bermanfaat dan pasar bereaksi dengan arah yang sama, disamping itu laba akuntansi juga mengandung informasi yang tercermin dalam pergerakan harga saham disekitar tanggal pengumuman laba. Hasil penelitian Dewi (2005) juga tidak mendukung teori yang telah digunakan sebagai dasar teori dalam penelitiannya, teori tersebut menyatakan bahwa pasar akan berekasi positif terhadap laba yang memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar lebih bereaksi terhadap nilai kuantitatif dari laba dan kurang memperhatikan nilai kualitasnya.

Persamaan penelitian ini dengan penelitian Dewi (2005) adalah mempunyai tiga poin tujuan yang sama yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara praktek manajemen laba dengan kualitas laba, pengaruh praktek manajemen laba dengan reaksi pasar dan pengaruh kualitas laba dengan reaksi pasar; pengambilan sampel dengan menggunakan pusposive sampling, serta menggunakan model dan teknik analisis yang sama yaitu analisis jalur (path analysis). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Dewi (2005) adalah:

  1. Menggunakan objek penelitian seluruh perusahaan manufaktur, dengan alasan untuk memperluas sampel, menambah generalisasi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2005) menggunakan perusahaan manufaktur dengan kelompok industri barang konsumsi saja.
  2. Periode penelitian selama 2 tahun yaitu tahun 2004, dan 2005.
  3. Pengukuran variabel reaksi pasar (CAR), yang mana pada penelitian ini perhitungan CAR menggunakan abnormal return yang dihitung dengan menggunakan beta yang sudah dikoreksi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan sebelumnya maka permasalahan yang akan diangkat adalah:

  1. Apakah paraktek manajemen laba secara langsung mempengaruhi kualitas laba?
  2. Apakah praktek manajemen laba secara langsung mempengarui reaksi pasar pada saat pengumuman laba?
  3. Apakah kualitas laba berpengaruh secara langsung terhadap reaksi pasar?
  4. Apakah praktek manajemen laba secara tidak langsung mempengaruhi reaksi pasar dengan kualitas laba sebagai variabel intervening?

Tulisan terkait:

tags for the article:

Jurnalskripsi.com » PENGARUH PRAKTEK MANAJEMEN LABA TERHADAP REAKSI PASAR DENGAN KUALITAS LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEJ)

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment. Login »