Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Peranan utama pasar modal yaitu sebagai sarana untuk memfasilitasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi. Pada umumnya investor menginginkan perasaan aman dalam investasinya nanti. Perasaan aman ini bisa ditutupi dengan informasi yang jelas dan wajar sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Adanya tuntutan dari pemakai informasi seperti investor, menuntut manajemen perusahaan agar lebih transparan dalam mengungkapkan informasi. Agar pembuat keputusan tidak menderita kerugian atau paling tidak mampu menghindarkan kerugian yang lebih besar, maka semua keputusan harus didasarkan pada informasi yang lengkap (Tuharjo, 2004:71).

Suatu perbaikan pengambilan keputusan atau pengendalian yang diharapkan dapat dicapai, memerlukan adanya informasi yang potensial mengurangi ketidakpastian dan tersedianya sumber informasi yang mendukung. Salah satu sumber informasi yang tersedia untuk publik dan dapat digunakan oleh investor adalah laporan keuangan. Dengan memanfaatkan laporan keuangan, diharapkan investor dapat memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas perusahaan (Arifianto, 2003).

Pada umumnya, waktu (event) pada saat laporan keuangan tersebut dipublikasikan dan disampaikan ke publik bisa diprediksi (Venkantes dan Chiang, 1986 dalam Diantimala dan Hartono, 2001), sehingga sebagian para pelaku pasar yaitu investor akan berusaha mencari informasi privat tentang kejadian di masa yang akan datang yang dapat mempengaruhi harga saham, dengan tujuan mendapatkan gain karena perbedaan informasi yang dimiliki. Penyebaran informasi yang tidak merata ini disebut sebagai asimetri informasi (information asymmetric).

Asimetri informasi antara pedagang/investor berinformasi (informed traders) dan pedagang yang tidak berinformasi (liquidity traders) menimbulkan keuntungan dan kerugian bagi partisipan pasar yang lain, yaitu dealer. Dealer sebagai pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli saham untuk kepentingannya atau kepentingan pihak lain mengetahui adanya asimetri informasi tersebut sehingga dia berusaha menutupi kerugian yang disebabkan oleh pedagang yang berinformasi dengan keuntungan yang diperoleh dari pedagang yang tidak berinformasi.

Beberapa penelitian teoritis telah dilakukan untuk menguraikan model-model formal bagaimana informasi pendapatan berpengaruh pada asimetri informasi. Verrechia (1982) dalam Mardiyah (2002) adalah salah satunya. Ia menyimpulkan bahwa meningkatnya informasi publik akan mengurangi tingkat pencarian informasi secara pribadi yang memakan banyak biaya. Dengan asumsi bahwa informasi publik dapat menggantikan informasi pribadi, di dalam model penelitiannya digambarkan bila informasi publik tersedia, maka jumlah investor yang berusaha mencari informasi secara pribadi akan berkurang. Di dalam model penelitiannya, keberadan informasi pendapatan akan mengurangi terjadinya asimetri informasi di bursa saham.

Apabila investor sudah mempunyai cukup informasi maka mereka tidak memerlukan informasi tambahan. Verrecchia (1982) dalam Mardiyah (2002) juga membuktikan bahwa perilisan informasi publik akan mengurangi dorongan bagi investor untuk mencari informasi pribadi artinya penerbitan informasi publik akan menurunkan insentif bagi investor untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin. Sebaliknya, Lundholm (1991) dalam Diantimala dan Hartono (2001) menemukan bahwa perilisan informasi publik justru memusatkan alokasi informasi pribadi. Jadi, ia membuktikan bahwa meskipun investor yang memiliki informasi pribadi jumlahnya lebih sedikit, namun tingkat asimetri informasi antara investor yang kurang informasi dan yang kaya informasi justru akan lebih lebar bila ada pengungkapan informasi publik.

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp350ribu Rp300ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Model penelitian yang lebih baru menyelidiki bagaimana antisipasi dan perilisan informasi laporan pendapatan berpengaruh pada asimetri informasi di hari-hari disekitar tanggal perilisan informasi tersebut. McNichols & Trueman (1994) serta Demski & Feltham (1994) dalam Diantimala dan Hartono (2001) membuktikan bahwa transaksi dengan investor yang kaya informasi akan meningkat menjelang diterbitkannya informasi publik. Mereka membuktikan, jika investor memiliki cakrawala investasi jangka pendek, dan mereka tahu akan adanya perilisan informasi publik, maka mereka akan mengintensifkan pencarian informasi pribadi sebelum tanggal pelirisan informasi publik tersebut. Ini menandakan bahwa antisipasi terhadap pelirisan informasi publik akan meningkatkan asimetri informasi menjelang tanggal pelirisan.

Penelitian tentang asimetri informasi telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Pada kasus di Indonesia, Arifianto (2003) meneliti tentang kandungan informasi pengumuman laba tahunan terhadap volume perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa pasar bereaksi atas pengumuman laba tahunan tersebut dan terdapat perubahan volume perdagangan saham secara signifikan. Arifianto (2003) menyimpulkan bahwa bahwa terdapat korelasi positif antara laba akuntansi dengan volume perdagangan setelah informasi akuntansi (laba) diumumkan.

Penelitian lain juga telah dilakukan oleh Diantimala dan Hartono (2001). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengumuman laba terhadap asimetri informasi. Pengukuran proksi asimetri informasi menggunakan penyesuaian terhadap bid-ask spread, dengan digunakannya beberapa variabel kontrol yaitu jumlah transaksi perdagangan saham perusahaan (volume perdagangan) setiap hari (TRANS), variabilitas return (variance) harian perusahaan (VAR), harga saham perusahaan setiap hari (PRICE), dan quote depth (DEPTH). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada penelitian tersebut disimpulkan bahwa asimetri informasi normal selama periode pengumuman laba, menurun selama periode sebelum dan sesudah pengumuman laba. Pengujian terhadap variabel kontrol yaitu TRANS, VAR, dan DEPTH secara individu berpengaruh signifikan terhadap spread, sedangkan PRICE hanya berpengaruh signifikan selama periode bencmark.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Diantimala dan Hartono (2001). Motivasi dari penelitian ini adalah peneli melihat adanya kelemahan dalam penelitian tersebut. Kelemahannya adalah terdapat penggunaan sampel yang memiliki transaksi harian saham tidak aktif. Hal ini dikhawatirkan menyebabkan bias terhadap hasil pengukuran asimetri informasi yang dilakukan. Oleh karena itu, dengan tujuan untuk melihat apakah terdapat konsistensi dengan hasil analisis penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan menutupi kelemahan tersebut dengan mengambil sampel dari saham-saham LQ-45 dimana kategori saham ini memiliki frekuensi perdagangan harian yang aktif di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Diantimala dan Hartono (2001) adalah pada penggunaan sampel, dimana penelitian ini menggunakan sampel dari saham-saham LQ-45.

Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pengumuman Laba Tahunan Terhadap Asimetri Informasi di Bursa Efek Jakarta (Studi Pada Perusahaan LQ-45 Yang Terdaftar di BEJ Periode 2002-2003)”.

1.2. Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, penulis mencoba merumuskan masalah penelitian yaitu:

  1. Apakah pengumuman laba tahunan berpengaruh signifikan terhadap asimetri informasi?
  2. Apakah terdapat perbedaan rata-rata asimetri informasi selama periode benchmark, sebelum, saat, dan sesudah pengumuman laba tahunan?

Print Friendly
PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP ASIMETRI INFORMASI DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Pada Perusahaan LQ-45 Yang Terdaftar di BEJ Periode 2002-2003)

Leave a Reply