Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Perekonomian pada masa kini yang lebih mengarah kepada ekonomi global, memungkinkan semua perusahaan bisa memasuki pasar di luar batas-batas negara. Hal ini merupakan peluang bagi dunia usaha jika kita mampu memanfaatkannya atau ancaman jika kita tidak bisa memanfaatkannya. Globalisasi ekonomi yang ditandai dengan proses liberalisasi perdagangan dan investasi ekonomi pasar bebas, mengharuskan setiap elemen ekonomi untuk melakukan perubahan. Disadari atau tidak kenyataan akan datangnya era tsb, mengharuskan setiap negara untuk mengubah arah kebijakan ekonominya. Era globalisasi dalam skema perdagangan bebas cepat atau lambat mengakibatkan perubahan ekonomi dunia (Adhitya Wardhono, 2001). Akibat yang diterima oleh negara berkembang adalah ketidakstabilan ekonomi dalam negeri, karena keharusan melakukan perubahan mendasar dalam sistem ekonomi dunia tidak dapat terelakkan.

Daya dukung perekonomian suatu negara terletak pada efektifitas perilaku ekonomi negara yang bersangkutan. Pelaku ekonomi utama yang sering menjadi perdebatan dalam konteks era perdagangan bebas adalah koperasi ( Adhitya Wardhono, 2001). Di kebanyakan negara berkembang peranan pemerintah nampak menonjol, yang mengakibatkan ketergantungan dan kegagalan koperasi untuk mandiri (Soetrisno, Noer, 1992). Sebagai bagian dari sistem ekonomi, koperasi memerlukan kesempatan untuk bekerja sebagai suatu sistem dalam upaya memberikan gerakan untuk mandiri (otonomi) (Scholz and Walsh, 1992). Karena secara tidak langsung otonomi merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk menegakkan prinsip koperasi, demokarasi dalam koperasi, dan kemandirian dalam koperasi berikut implikasinya (Nasution, 1992).

Prospek masa depan koperasi sebagai suatu badan usaha yang diharapkan menjadi soko guru perekonomian seperti amanat konstitusi negara (UUD 45) sangat ditentukan oleh mampu tidaknya kemandirian dilaksanakan untuk menjawab tantangan dan ancaman (Adhitya Wardhono, 2001). Sementara dilihat dari fungsi badan usaha ketangguhan koperasi diukur oleh kemampuannya dalam mengembangkan dan menguasai pasar. Koperasi harus mampu memberi alternatif rasional bagi pelanggannya (anggota) melalui berbagai kebijakan insentif usaha maupun perbaikan dalam teknis pelayanan pelanggan (Adhitya Wardhono, 2001). Koperasi Karyawan Omedata (K2O) yang terletak di Jl. Soekarno – Hatta beranggotakan 1765 orang, bergerak dalam bidang penyediaan barang-barang dan simpan pinjam. Dalam hal penyediaan barang-barang K2O posisinya diapit oleh dua toserba yaitu Alfa di Leuwipanjang dan Griya di Sumbersari. Kedua toserba tersebut menawarkan tempat berbelanja yang nyaman dan relatif murah, sehingga keberadaannya disinyalir bisa mengundang karyawan Omedata untuk berbelanja di kedua toserba tersebut. Selain itu jasa simpan pinjam juga mendapat persaingan dari adanya para rentenir yang ada di dalam perusahaan maupun oleh dua lokasi tempat berdirinya Bank yang mengapit K2O yaitu di Sumbersari dan Caringin, dan para salesman kartu kredit yang datang ke perusahaan. Dalam penelitian ini penulis hanya memfokuskan penelitian pada unit usaha dagang saja karena aktifitas atau frekuensi pelayanannya dilakukan setiap hari kerja. Baik toserba maupun Bank keduanya bisa memberikan suatu pelayanan yang dapat kita rasakan, baik dilihat dari segi bangunan fisik, produk yang ditawarkan, maupun pelayanan dari para petugasnya. Berbeda sekali dengan K2O dimana ruang kantor unit usaha dagang berukuran sekitar 9 m2.

Pengadaan barang untuk jenis tertentu harus melalui pesanan terlebih dahulu. Petugas koperasi mayoritas adalah karyawan PT. Omedata Electronics, dan hanya 3 orang karyawan yang direkrut dari luar, yaitu untuk manager koperasi 1 orang dan staff 2 orang. Namun demikian K2O dalam operasional berusaha secara profesional dan ditunjang oleh suatu sistem informasi data yang dikomputerisasi yang berhubungan dengan sistem penggajian karyawan. Memang kita tidak bisa begitu saja membandingkan kedua jenis usaha tersebut dengan K2O, tapi dalam hal ini konteks dari pelayanan customer tetap harus menjadi perhatian, terlepas dari apakah itu perusahaan besar maupun kecil, semuanya ditujukan untuk memuaskan kebutuhan customer.

Dalam pemasaran tradisional bertumpu hanya pada kepuasan pelanggan, namun sekarang pelanggan menuntut pelayanan dan kualitas yang lebih (Adhitya Wardhono, 2001). Selain itu terdapat sekitar 10% anggota koperasi yang tidak melakukan aktifitas atau tidak melakukan pembelian di koperasi selama satu tahun penuh (K2O, 2002). Target usaha dagang tahun 2002 adalah sebesar Rp. 1.182.600.000,- dan hanya tercapai sebesar Rp. 1.036.728.875,- atau sekitar 12,33 % target tidak tercapai (K2O, 2002). Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis mencoba untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan yang diberikan oleh K2O terhadap anggotanya sehingga memungkinkan mereka tetap loyal terhadap K2O.

1.2. IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan penjelasan yang diutarakan pada latar belakang penelitian, maka hasil perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana penilaian anggota terhadap kualitas pelayanan K2O.
  2. Bagaimana Harapan anggota terhadap kualitas pelayanan K2O.
  3. Bagaimana loyalitas anggota K2O. 4. Sejauh mana kualitas pelayanan K2O berpengaruh terhadap loyalitas anggota.

Tulisan terkait:

    Jurnalskripsi.com ยป Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Anggota Koperasi Karyawan Omedata (K2O) di PT Omedata Electronics Bandung

    Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

    Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

    Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

    Leave a Reply

    You must be logged in to post a comment. Login »