Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Perkembangan teknologi dan perkembangan dunia bisnis saat ini sedang dirasakan oleh seluruh Negara di dunia termasuk Indonesia. Perkembangan teknologi ini tidak hanya dialami oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa saja, tetapi juga bergerak dalam bidang manufaktur. Era globalisasi telah membawa gerak yang sangat kuat mendorong lahirnya perdagangan bebas (free trade). Sistem perdagangan bebas yang didasarkan pada kekuatan permintaan dan penawaran pasar, membuka kawasan perdagangan global berdasarkan prinsip persaingan bebas (free competition). Persaingan bebas dalam pasar global menyebabkan tingkat persaingan yang sangat ketat, sehingga seringkali terjadi persaingan yang tidak terkendali. Dalam masa tersebut perusahaan harus mampu berlomba-lomba dan turut serta dalam persaingan pasar yang ada.Perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur juga tidak terlepas dari persaingan, yaitu munculnya perusahaan sejenis yang merupakan ancaman bagi perusahaan tersebut. Dengan adanya pesaing-pesaing dalam bidang yang sama, maka diperlukan strategi keunggulan bersaing. Perusahaan harus dapat mengoperasikan dan memaksimalkan semua bidang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut khususnya dalam bidang pemasaran yang sangat memberikan peranan penting dan pengaruh besar terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Strategi pemasaran pada pelaksanaannya dibedakan menjadi dua yaitu pemasaran untuk produk yang berbentuk barang dan pemasaran untuk produk yang berupa jasa . Untuk perusahaan manufaktur atau penghasil barang, bauran pemasaran yang digunakan 4P yaitu terdiri dari Product (produk), Price (harga), Place (distribusi) dan Promotion (promosi) (Kotler 2002:15). Bauran pemasaran itu sendiri merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yang terdiri dari keempat variabel diatas dan dipakai oleh perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen.

Dalam rangka mempopulerkan dan mengingatkan reputasi perusahaan dan jenis serta manfaat produk yang dihasilkan, perusahaan haruslah menerapkan strategi promosi terpadu atau yang disebut juga dengan bauran promosi (Promotional mix). Menurut Basu Swasta (1997:344) Bauran promosi sendiri terdiri dari lima cara komunikasi, yaitu:Periklanan (advertising), Promosi penjualan (sales promotion), Penjualan personal (personal selling), Pemasaran langsung (direct marketing) serta Hubungan masyarakat dan Publisitas (public relation)

Kegiatan bauran promosi dilakukan secara baik dan menarik akan membawa keuntungan yang luar biasa terhadap persepsi konsumen terhadap kesetiaan produk perusahaan. Para konsumen tidak akan berpindah ke produk lain dengan adanya kegiatan bauran promosi dengan tepat yang tentunya pula harus diikuti oleh baiknya tingkat kualitas yang dimiliki karena  keadaan produk haruslah memiliki kualitas dan manfaat sesuai dengan keadaan yang dipromosikan kepada masyarakat.

Semenjak tahun 1998 sampai dengan akhir 2002, mengutip dari harian Suara Merdeka menyebutkan tentang permintaan pasar terhadap produk semen terus menerus naik sehingga mendorong pabrik-pabrik meningkatkan volume produksinya. Salah satu hal yang menyebabkan kenaikan tersebut adalah dikarenakan kian bergairahnya pertumbuhan dalam sektor properti dimana produk semen bertindak sebagai bahan baku yang utama. Disamping itu, hal lain yang mendorong naiknya permintaan terhadap semen adalah naiknya pula jumlah ekspor semen mulai tahun 1998.

Disebutkan pula dalam harian warta ekonomi 2006 bahwa terjadi ketidak seimbangan antara permintaan produk semen dengan jumlah produksi semen yang dihasilkan oleh produsen semen yang ada di indonesia. Mengutip  dari harian warta Semen Gresik, menyebutkan sampai dengan tahun 2010, pertumbuhan industri semen akan meningkat sekitar 7-10%/tahunnya. Pada tahun 2007 ini, pertumbuhan konsumsi semen meningkat disebabkan adanya pembangunan infrastruktur daerah Aceh dan Sumatra Utara secara besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah. Disamping itu, pemerintah juga banyak mengadakan pembenahan-pembenahan infrastuktur milik pemerintah sendiri. Hal ini, akan menimbulkan prediksi kenaikan konsumsi antara tahun 2007-2010 sebesar 7-10%/tahunnya.

Dilihat dari kecenderungan diatas maka, pertumbuhan permintaan produk semen ini berbanding terbalik dengan jumlah produksi yang dihasilkan oleh para produsen semen yang ada di Indonesia. Sampai dengan hari ini, tercatat tidak adanya lagi penambahan jumlah produsen baru yang masuk di pasar persemenan Indonesia. Meskipun demikian, hal lain yang justru diwaspadai adalah masuknya dominasi tangan asing ke dalam pabrik-pabrik semen lokal. Masuknya dominasi tangan asing, akan semakin meningkatkan jumlah produksi yang dihasilkan oleh produsen-produsen semen tersebut, hal ini disebabkan karena adanya penambahan modal akibat merger yang dilakukan.

Keadaan persaingan bebas saat ini, yang tidak lagi adanya batasan terhadap pemasaran produk membuat para produsen semen bebas memasarkan produk mereka ke semua daerah pemasaran yang dianggap potensial oleh mereka. Selama ini, daerah Jawa menempati urutan pertama sebagai daerah pemasaran potensial produk semen yang mencapai angka 18,667 juta ton/tahunnya. Sumatra menempati urutan kedua dalam hal konsumsi produk semen mencapai 6,297 juta ton/tahunnya. Selanjutnya ditempati oleh Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Harga semen di Indonesia pun, telah distandarisasikan jadi dapat dipastikan tidak adanya perbedaan harga yang jauh antara produk semen yang dihasilkan produsen satu dengan yang lainnya. Standarisasi kualitas produkpun dalam hal ini telah ditetapkan oleh SNI sehingga kualitas yang ada, akan cenderung tidak memiliki perbedaan yang berarti. Untuk itu, kegiatan promosi dibutuhkan guna mencapai tujuan yang ingin dicapai perusahaan khususnya dalam bidang pemasaran.

Untuk menunjang kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan, maka perusahaan perlu untuk menentukan anggaran yang disediakan untuk aktifitas promosi tersebut. Kotler (2002:385) menggambarkan empat metode umum yang digunakan untuk menyusun anggaran promosi yang terdiri dari:

1. Metode menurut kemampuan

Dalam metode ini perusahaan menyusun anggaran promosi yang menurut perkiraan dapat dibiayainya dan metode ini sama sekali mengabaikan pengaruh promosi terhadap volume penjualan.

2. Metode menurut prosentase penjualan

metode ini menyusun anggaran promosi berdasarkan prosentase khusus dari penjualan (yang sekarang atau yang akan datang) atau dari harga penjualan.

3. Metode keseimbangan persaingan

Metode ini membuat perusahaan menyusun anggaran promosi untuk menandingi pembiayaan para pesaing.

4. Metode tugas dan tujuan

Metode ini memerlukan pelaksana pemasaran untuk menyusun anggaran promosi perusahaan.

Dengan melihat keempat metode penentuan anggaran promosi, akan membuat produsen mengeluarkan biaya untuk kegiatan promosi yang efektif sesuai dengan kondisi perusahaan dan menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada agar biaya dikeluarkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan volume penjualan perusahaan.

PT.Semen Gresik (Persero)Tbk sebagai salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak pada sektor persemenan di kota Gresik, juga menerapkan bauran promosi dalam rangka mengembangkan dan melaksanakan program pemasaran dalam perusahaan secara menyeluruh. PT.Semen Gresik (Persero)Tbk sebagai produsen semen yang menguasai pasar semen nasional sebesar 44% tentu akan semakin mewaspadai persaingan dan tantangan yang ada tersebut.  Untuk itu segala bentuk manfaat dan kelebihan produk yang dihasilkan harus selalu dikomunikasikan  dalam bentuk bauran promosi yang tepat sehingga konsumen tidak akan berpindah menggunakan produk lain. Tujuan dari kegiatan bauran pemasaran yang dilaksanakan oleh PT.Semen Gresik (Persero)Tbk adalah agar volume penjualan yang didapatkan terus mengalami peningkatan. Kegiatan yang biasa dilakukan antara lain dengan menetapkan harga yang tepat, penggunaan media promosi yang mengena bagi calon konsumen serta penggunaan biaya promosi yang tepat dan efektif untuk pelaksanaan kegiatan promosi yang dilakukan.

Setelah melihat betapa  pentingnya penggunaan biaya bauran promosi dengan tepat didalam kaitannya dengan volume penjualan maka Berdasarkan uraian diatas penulis mengangkat judul “Pengaruh Biaya Bauran Promosi Terhadap Volume Penjualan Pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk”.

b. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diambil diatas maka rumusan permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah :

  1. Apakah terdapat pengaruh secara simultan dari variabel bebas biaya bauran promosi yang terdiri dari biaya periklanan, biaya penjualan personal, biaya promosi penjualan, terhadap variabel terikat yaitu volume penjualan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk?
  2. Apakah terdapat  pengaruh secara parsial dari Variabel bebas biaya bauran promosi yang terdiri dari biaya periklanan, biaya penjualan personal, biaya promosi penjualan, terhadap variabel terikat yaitu volume penjualan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk?
  3. Manakah diantara variabel biaya bauran promosi yang berpengaruh dominan terhadap volume penjualan pada PT. Semen Gresik (Persero) Tbk?

Tulisan terkait:

tags for the article:

Jurnalskripsi.com » PENGARUH BIAYA BAURAN PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN Pada PT. Semen Gresik (Persero)Tbk

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp300ribu Rp200ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment. Login »