Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Organisasi dituntut untuk mampu mengenali dan memahami aspek-aspek yang terkait dengan konteks dunia kerja yang berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sumberdaya manusia organisasi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan organisasi adalah pengembangan karir individu dalam organisasi. Pengembangan karir dapat berupa kesempatan untuk meniti “jenjang karir” (Kusumawati dalam Nurman, 2009).

Karir merupakan sesuatu yang terjadi di setiap kehidupan kerja karyawan, tetapi karir tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Untuk mewujudkan keberhasilan karir seperti yang diinginkan karyawan dibutuhkan upaya-upaya serius dalam pengelolaannya baik yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri maupun organisasi.

Karyawan menginginkan kemajuan dalam hidupnya termasuk kemajuan karirnya di dalam organisasi. Bertitik tolak pada pemikiran seperti ini maka karyawan yang mengawali karirnya dengan bekerja di organisasi akan memiliki keinginan untuk meniti karir sampai akhirnya memasuki masa tidak produktif atau masa pensiun. Mobilitas karir setiap individu dalam organisasi adalah unik, di mana satu individu dengan individu yang  lain  akan  memiliki  jalur  karir,  sasaran  karir,  perencanaan  karir  dan  pengembangan  karir  yang   berbeda.   Di   mana   ada   individu   yang   harus   memulai  karir  dari jenjang pekerjaan terendah untuk sampai pada pencapaian puncak karir, tetapi ada juga individu yang langsung mendapatkan posisi strategis dalam organisasi karena telah mampu memenuhi spesifikasi jabatan di awal karirnya.

Realisasi pengelolaan karir karyawan secara efektif akan dapat menciptakan konstribusi penting bagi penciptaan competitive advantage organisasi. Apabila dirasa tidak seimbang atau tidak adil, akan menimbulkan ketidakpuasan karyawan yang selanjutnya mempengaruhi gairah maupun prestasi kerjanya dan dalam jangka panjang akan menyebabkan penurunan produktivitas organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, organisasi harus memberi kesempatan yang sama bagi karyawannya untuk mengembangkan karir sesuai potensi yang ada padanya.

Karir berusaha untuk mencocokkan antara manajemen karir yang dilakukan organisasi dengan perencanaan karir yang dilakukan individu. Pengembangan karir ini terkait dengan potensi dan kinerja individu serta manajemen karir yang dilakukan organisasi. Apabila perencanaan karir individu yang dimiliki karyawan sesuai dengan kesempatan karir yang diberikan organisasi, maka kemungkinan besar dari diri karyawan tersebut akan timbul semangat kerja atau gairah kerja yang tinggi. Dengan demikian karyawan akan termotivasi untuk melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tanggung jawab dan job description yang telah ditentukan oleh organisasi (Suryana, 2009).

Kesempatan mengembangkan karir merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kinerja dan keberhasilan suatu organisasi. Hal ini dikarenakan apabila karyawan diberi kesempatan mengembangkan karir dalam organisasi, maka ia akan berusaha memberikan kinerja yang terbaik agar dapat meraih posisi/jabatan yang lebih tinggi atau baik dari posisi/jabatan sebelumnya. Hal ini akan meningkatkan kinerja organisasi. Pemberian kesempatan karir layak diterima karyawan sebagai balas jasa atas pengorbanan atau prestasi yang telah diberikannya. Terkait dengan pengembangan karir, dalam diri karyawan harus ada pemahaman dengan jelas hendak ke mana mereka pada suatu waktu nanti. Karyawan harus mempunyai wawasan pengembangan karir yang akan dilewatinya di dalam organisasi. Karyawan yang mempunyai pemahaman mengenai jenjang karir akan lebih bersemangat dalam bekerja. Bagaimanapun, karir dan pengembangannya memberikan kontribusi unik terhadap kehidupan manusia.

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp350ribu Rp300ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Aktivitas pengembangan karir yang dilakukan organisasi dapat membantu karyawan untuk mengidentifikasi dan memahami kepentingan, kekuatan, perencanaan dan pengimplementasian tujuan-tujuan karirnya secara jelas. Pengembangan karir juga dapat membantu perusahaan untuk menarik calon karyawan dengan kapabilitas tinggi, memotivasi, mengembangkan dan mempertahankan karyawan terbaik sepanjang waktu. Sistem pengembangan karir yang baik akan meningkatkan kesesuaian karyawan dan organisasi dengan lebih baik, komunikasi karyawan dengan manajer akan lebih baik, dan juga meningkatkan loyalitas karyawan terhadap organisasi (Kirk dkk, 2000).

Pengembangan karir sangat penting bagi individu di dalam organisasi. Namun untuk mencapai tingkat karir tertentu bukanlah suatu hal yang sederhana. Pengembangan karir seringkali dilakukan secara negatif oleh karyawan dalam arti dilakukan dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan karir yang diinginkan. Akan tetapi pengembangan karir seperti ini tidak akan berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi. Pengembangan karir yang berpengaruh positif terhadap kinerja organisasi adalah pengembangan karir yang terjadi karena potensi yang dimiliki individu.

Karyawan yang memiliki semangat kewirausahaan mengembangkan karirnya dengan didukung oleh kemampuannya melihat peluang yang ada. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri yang melekat pada diri orang yang memiliki motif kewirausahaan, antara lain memiliki prestasi kerja yang memuaskan yang selanjutnya dijadikan dasar bagi kegiatan penilaian dan promosi; memiliki jaringan kerja dan kontak internal, yaitu pihak-pihak yang akan mempengaruhi dan mengambil keputusan mengenai kebijakan promosi dan penilaian prestasi kerja; memiliki loyalitas terhadap organisasi yang merupakan dedikasi jangka panjang karyawan terhadap organisasi; mampu memanfaatkan mentor dan sponsor untuk meraih jenjang karir yang lebih tinggi; mendapatkan dukungan dari bawahan dalam pelaksanaan tugas; mampu memanfaatkan kesempatan untuk tumbuh yang disediakan oleh organisasi; dan dapat menentukan sikap untuk berhenti dari pekerjaannya yang sekarang jika menghadapi stagnasi karir pada suatu organisasi dan meniti karir pada organisasi lain yang memiliki jalur dan pengembangan karir yang jelas sesuai tujuan karir karyawan.

Berdasarkan survei awal yang dilaksanakan dari semua karyawan Universitas Mataram yang menjadi lokasi penelitian ini, ada 27 orang karyawan yang melakukan berbagai jenis usaha dalam rangka berwirausaha, misalnya berjualan baju, kebutuhan sehari-hari, dan alat-alat rumah tangga. Karyawan yang mempunyai motif kewirausahaan membuat pengembangan karirnya lebih cepat dibandingkan dengan karyawan yang tidak memiliki motif kewirausahaan. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti hubungan antara motif kewirausahaan dengan pengembangan karir organisasi yang dimiliki oleh karyawan di Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat.

B.  Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris hubungan motif berwirausaha dengan pengembangan karir organisasi di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.

C.  Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini ada dua, yaitu :

  1. 1.      Manfaat  Teoritis

Secara teoritis penelitian tentang hubungan motif berwirausaha dengan pengembangan karir organisasi di Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat diharapkan akan memberikan sumbangan pemikiran untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan psikologi, khususnya  psikologi organisasi.

  1. 2.      Manfaat Praktis

Hasil   penelitian   ini,   nantinya   diharapkan   dapat   digunakan   sebagai pertimbangan bagi karyawan Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat yang menjadi objek penelitian ini untuk mengembangkan karirnya dengan meningkatkan motif berwirausaha yang dimilikinya.

Print Friendly
HUBUNGAN MOTIF BERWIRAUSAHA DENGAN PENGEMBANGAN KARIR ORGANISASI

Leave a Reply