Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jawa Timur merupakan salah satu propinsi di pulau Jawa yang memiliki potensi sumber daya yang besar dan perlu dipertimbangkan keberadaannya. Selain itu Jawa Timur juga merupakan wilayah dengan basis perekonomian terbesar ke dua setelah Jakarta. Perusahaan-perusahaan swasta dan daerah yang berada di wilayah Jawa Timur sangat diharapkan perkembangannya sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah karena keberhasilan perusahaan daerah dan swasta selalu menjadi dambaan bagi setiap Pemerintah Daerah.

Arus modal dan lalu lintas barang baik ekspor maupun impor berjalan lancar sehingga hal itu akan memberikan sumbangan yang besar bagi pendapatan wilayah Jawa Timur. KondisiĀ  tersebut mencerminkan keberhasilan perekonomian di Jawa Timur. Akan tetapi, ketika melihat pertumbuhan perekonomian yang berkembang pesat di sebuah wilayah, hal utama yang perlu diperhatikan adalah berapa besar tingkat inflasi yang mengiringi pertumbuhan perekonomian tersebut, karena sudah menjadi hal umum bahwa pertumbuhan tidak dapat terlepas dari inflasi. Inflasi yang mengiringi pertumbuhan perekonomian Jawa Timur dapat dilihat dalam sajian data bulanan yang ditunjukkan pada tabel 1.1

Tabel 1.1. Perkembangan inflasi Jawa Timur Tahun 2003-2005

Bulan

Inflasi

2003

2004

2005

Januari

0,80

0,57

1,43

Februari

0,20

-0,02

-0,17

Maret

-0,23

0,36

1,91

April

0,15

0,97

0,34

Mei

0,21

0,88

0,21

Juni

0,09

0,48

0,50

Juli

0,03

0,39

0,78

Agustus

0,84

0,09

0,55

September

0,36

0,02

0,69

Oktober

0.55

0,56

8,70

November

1,01

0,89

1,31

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp350ribu Rp300ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Desember

0,94

1,04

-0,04

Total

5,06

6,40

17,11

Sumber : BPS Jatim (2006).

Perkembangan inflasi yang tejadi di Jawa timur sangat fluktuatif dan apabila diakumulasikan dalam setiap tahun mengalami kenaikan. Inflasi itu penting karena inflasi merupakan indikator moneter yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kestabilan perekonomian, dunia usaha dan pengendalian pengagguran. Inflasi yang tinggi akan menghambat masuknya investasi dari luar karena kurangnya kepercayaan terhadap kondisi kestabilan dalam negeri yang akan berdampak pada penurunan mata uang domestik.

Bagi dunia usaha, tingginya inflasi juga akan menjadikan perusahaan-perusahaan gulung tikar karena naiknya biaya produksi atas pembelian input-input, sehingga menutup perusahaannya yang pada akhirnya akan mengakibatkan banyaknya karyawan yang diPHK dan akan menambah populasi pengangguran. Disamping itu, naiknya biaya produksi juga akan mengurangi daya saing komoditas ekspor. Bagi dunia perbankan, inflasi akan mengakibatkan otoritas perbankan menaikkan suku bunga termasuk suku bunga kredit, dan akan menyulitkan pengusaha yang menggunakan jasa kredit sebagai tambahan modalnya untuk mengembalikan hutangnya karena tingginya suku bunga.

Indikator inflasi itu sendiri dapat diketahui apabila harga-harga barang umum mengalami peningkatan dalam waktu yang relatif lama (Budiono, 2001). Kenaikan harga barang-barang tersebut dapat dikarenakan oleh berbagai faktor. Sebagain besar faktor tersebut adalah tingginya permintaan akan suatu barang sehingga mengubah pola konsumsi masyarakat dan ekspektasi akan kenaikan harga tersebut semakin hari semakin meningkat. Faktor lain adalah karena mahalnya pembelian input atas barang produksi sehingga menyebabkan perusahaan menjual barangnya menjadi lebih mahal. Menurut Bank Indonesia (2004) inflasi dipengaruhi oleh faktor permintaan, penawaran, pendapatan, nilai tukar, modal asing dan ekspektasi masyarakat.

Untuk itu, kestabilan perekonomian harus dipelihara. Melalui variabel-variabel makro kestabilan perekonomian dapat dikendalikan. Begitu juga dengan inflasi yang dapat digunakan sebagai indikator kestabilan perekonomian. Meskipun bahaya tingginya inflasi sedemikian rupa, laju inflasi tidak harus ditekan serendah mungkin. Karena dalam prakteknya, masyarakat memerlukan kenaikan harga-harga barang dan jasa atas produk dan jasa yang telah diproduksi oleh masyarakat itu sendiri. Dengan adanya kenaikan harga barang dan jasa, akan mendorong masyarakat untuk lebih giat memproduksi barang dan jasa tersebut. Dengan cara ini dipercaya mampu meningkatkan produktivitas masyarakat yang dapat memacu pertumbuhan perekonomian.

Masalah inflasi merupakan masalah yang sangat serius dan terus-menerus mendapat perhatian dari pemerintah. Tujuan jangka panjang pemerintah adalah menjaga dan mengusahakan agar tingkat inflasi yang berlaku berada pada tingkat yang sangat rendah. Akan tetapi tingkat inflasi nol persen bukanlah tujuan utama kebijakan pemerintah karena hal itu sangat sukar dicapai. Yang paling penting adalah menjaga agar tingkat inflasi berada pada tingkat yang serendah mungkin.

Berdasarkan uraian di atas fokus pada analisis variabel-variabel apa saja yang dapat mempengaruhi inflasi. Untuk itu peneliti mengambil judul Analisis Variabel-variabel Yang Mempengaruhi Inflasi di Jawa Timur Periode 1997-2005.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, studi ini mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut;

  1. Variabel-variabel apa saja yang mempengaruhi inflasi di Jawa Timur.
  2. Variabel manakah yang paling dominan dalam mempegaruhi inflasi pada periode tahun 1997-2005 di wilayah Jawa Timur.

Print Friendly

tags for the article:

variabel inflasi (2)
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI INFLASI Di JAWA TIMUR PERIODE 1997-2005

Leave a Reply