Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tata  kelola  perusahaan  (good  corporate  governance)  memiliki  agenda yang lebih luas di masa yang akan datang. Tata kelola yang baik sudah mulai dijalankan di berbagai perusahaan, lembaga pemerintahan dan organisasi lainnya baik di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Semenjak berbagai kasus yang melanda dan berkaitan erat dengan pengelolaan atau manajemen organisasi terutama organisasi bisnis seperti kasus Enron, Worldcom dan lainnya, muncul kesadaran untuk berbenah dengan menerapkan suatu prinsip dan mekanisme tata kelola perusahaan yang baik.

Fokus pada akuntabilitas korporasi masih terkonsentrasi atau berorientasi pada  para  pemegang  saham  (stockholder).  Praktik  ini  akhirnya  memunculkan suatu  dilema  tersendiri  karena  sesuatu  yang  telah  diraih  oleh  entitas  bisnis sebagian   dikembalikan   ke   para   pemegang   saham   dan   manajemen   seperti pemberian dividen, bonus dan bentuk-bentuk kontra prestasi lainnya. Tentunya hal ini tidak harus terjadi, jika ada kesadaran bahwa kesinambungan hidup suatu usaha (going concern of entity) tidak hanya bergantung pada pengelolaan yang dilakukan oleh manajemen dan peran serta pemegang saham.

Kondisi tersebut tentunya perlu dirubah dan pada saat ini telah terjadi pergeseran paradigma dari tata kelola perusahaan. Terdapat suatu agenda yang luas untuk tata kelola perusahaan yaitu dengan memperluas paradigma teoritis dari agency theory menjadi stakeholder theory perspective. Akibat yang muncul dari pergeseran paradigma ini, tata kelola perusahaan harus mempertimbangkan dan memperhatikan masalah corporate social responsibility (CSR) dalam suatu konteks historis dan filosofi yang luas (Media Akuntansi, Juli 2005)

Inisiatif kebijakan dan tata kelola suatu bisnis pada masa mendatang harus lebih memperhatikan kebutuhan dari para stakeholder. Pertanggungjawaban perusahaan difokuskan kembali pada isu-isu sosial (Social), etika (Ethical), dan lingkungan (Environment) atau SEE Issues. Pergeseran paradigma ini harus ditanggapi oleh manajemen perusahaan dengan memainkan perannya baik dalam perusahaan dan masyarakat sekitarnya.

Pengungkapan (disclosure) terhadap aspek social, ethical, environmental dan sustainability (SEES) sekarang ini menjadi suatu cara bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan  bentuk akuntabilitasnya  kepada    para stakeholder. Sustainability reporting sebagaimana yang direkomendasikan oleh Global Reporting Initiative (GRI) terfokus pada tiga aspek kinerja yaitu ekonomi (economic), lingkungan (environmental), dan sosial (social). Ketiga aspek ini dikenal dengan Triple Bottom Line. Bentuk pelaporan ini diharapkan mempunyai hubungan yang positif pada kinerja yaitu antara corporate social responsibility dan corporate financial performance(CFP) (Media Akuntansi, edisi 47/Tahun XII/Juli 2005)

Di Indonesia, upaya pelaksanaan tata kelola suatu bisnis yang lebih memperhatikan kebutuhan dari para stakeholder, dimana pertanggungjawaban perusahaan    difokuskan pada  isu-isu  sosial   (Social),  etika   (Ethical),  dan lingkungan (Environment) atau SEE Issues, mulai ada. Hal ini terbukti dari diadakannya sebuah event akbar pada Bulan Juni 2005. Pada   waktu itu, Ikatan Akuntan  Indonesia Kompartemen Akuntan   Manajemen   (IAI-KAM) menyelenggarakan Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA). Sebuah award yang ditujukan untuk korporat yang menerapkan Sustainability Reporting (SR) secara baik. Dengan indikator penilaian yang meliputi kelengkapan (40%), Kredibilitas (35%) dan Komunikasi (25%) dari laporan perusahaan. Sustainability Reporting sendiri adalah laporan yang memuat kinerja ekonomi, lingkungan dan tanggung jawab sosial korporat. Sustainability Reporting merupakan hal yang baru di Indonesia, untuk itu Sustainability Reporting perlu diperkenalkan kepada masyarakat dan dikembangkan dengan terus melakukan penelitian

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp350ribu Rp300ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Pemenang ISRA Award adalah sebagai berikut:

  1. Best Environmental and Social Reporting 2004: PT. Astra Internasional Tbk.
  2. Best Environmental Reporting 2004: PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk.
  3. Best Social Reporting 2004: PT. Bank Danamon Tbk.
  4. The Best Website 2005: PT. PP London Sumatera Tbk.

Adapun manfaat dari diadakannya ISRA ini, menurut Ketua Dewan Juri ISRA (Antonius Alijoyo) akan meningkatkan reputasi dari perusahaan dan perusahaan bisa mengkomunikasikan apa saja yang sudah dan sedang dilakukan untuk memberi nilai tambah untuk sosial dan lingkungannya. Dan dengan adanya ISRA ini, akan memudahkan investor untuk mengambil keputusan karena dapat melihat long term plan dari perusahaan.

Selama ini Corporate Financial Performance, masih merupakan alat ukur yang dominan dipakai oleh para stakeholder untuk menilai kinerja perusahaan. Perusahaan yang memenangkan ISRA Award adalah korporasi terbuka, sehingga kepemilikan saham bisa diakses oleh publik. Saham selama ini masih merupakan alat ukur yang efektif dan efisien untuk menilai kinerja perusahaan. Oleh karena itu, penilaian tentang sejauh mana kinerja keuangan perusahaan, bisa dilihat dari nilai  sahamnya,  baik  dari  harga  saham  maupun  tingkat  volume  perdagangan saham.

Sejalan  dengan  manfaat  yang  diharapkan  dari  dilaksanakannya  ISRA, yaitu meningkatnya reputasi perusahaan dan juga memudahkan investor untuk mengambil  keputusan,  maka  peneliti  tertarik  untuk  mengkaji  sejauh  mana pengaruh pelaksanaan ISRA tersebut terhadap pasar. Pengaruh tersebut diukur dengan  menggunakan  corporate  financial  performance (CFP)  dalam  hal  ini adalah instrumen saham.

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti tertarik untuk membahas bagaimana pengaruh ISRA 2005 terhadap perubahan harga dan volume saham perusahaan. Obyek penelitian yang digunakan adalah 4 perusahaan yang meraih ISRA Award 2005.  Penelitian  ini  merupakan  event  study atas  penyelenggaraan  ISRA 2005

Sedangkan data penelitian yang dipakai adalah data saham per hari dari keempat perusahaan tersebut baik sebelum pengumuman ISRA maupun sesudahnya, yaitu pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 30 Juni 2005. Pertimbangan pengambilan jangka waktu tersebut didasari dari fakta bahwa pengumuman ISRA 2005 adalah pada tanggal 23 Juni 2005. Dengan menggunakan data saham harian selama 5 hari sebelum    dan   sesudah    pengumuman    dianggap   cukup    representatif    untuk menunjukkan pengaruh ISRA 2005 terhadap perubahan harga (abnormal return/AR) dan volume saham (trading volume activity/TVA).

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini berjudul: “ANALISIS PERBEDAAN HARGA DAN VOLUME SAHAM  SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA) 2005 (Studi Kasus Pada Empat Perusahaan Pemenang Award)”

1.2        Rumusan Masalah

Berdasarkan  latar  belakang  yang  telah  diuraikan  sebelumnya,  maka masalah yang dibahas meliputi:

  1. Bagaimana   perbedaan   Abnormal   Return/AR pada   perusahaan   yang memenangkan award sebelum dengan sesudah pengumuman ISRA 2005?
  2. Bagaimana perbedaan Trading Volume Activity/TVA pada perusahaan yang memenangkan award sebelum dengan sesudah pengumuman ISRA 2005?
Print Friendly
ANALISIS PERBEDAAN HARGA DAN VOLUME SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN INDONESIA SUSTAINABILITY REPORTING AWARD (ISRA) 2005 (Studi Kasus Pada Empat Perusahaan Pemenang Award)

Leave a Reply