Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu strategi untuk menjadi perusahaan yang besar dan mampu bersaing adalah melalui ekspansi baik dalam bentuk ekspansi internal maupun ekspansi eksternal.  Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan capital budgeting sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha (business combination). Penggabungan usaha dalam akuntansi ada tiga bentuk yaitu: konsolidasi, merger, akuisisi.

Akuisisi adalah penggabungan usaha dimana perusahaan pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahaan yang diakuisisi.  Dalam praktik bisnis modern, istilah akuisisi sering digunakan saling menggantikan (interchangeable). Karena itu, dalam penelitian ini istilah akuisisi diasumsikan saling menggantikan.  Kegiatan akuisisi di Indonesia sudah mulai berlangsung pada tahun 1970, yang dilakukan oleh bank-bank dengan harapan agar dapat memperkuat struktur modal dan memperoleh keringanan pajak.  Perkembangan akuisisi tersebut berlangsung sampai sekarang.

Dengan bergabungnya dua perusahaan atau lebih dapat saling menunjang kegiatan usahanya sehingga keuntungan yang akan diperoleh menjadi jauh lebih besar dibandingkan jika mereka melakukan usaha sendiri-sendiri.  Setelah perusahaan melakukan akuisisi biasanya kinerja perusahaan dan penampilan finansial perusahaan praktis membesar dan meningkat.  Kondisi dan posisi keuangan perusahaan mengalami perubahan, dimana hal ini tersebut tercermin dalam pelaporan keuangan perusahaan.

Kegiatan merger dan akuisisi di Indonesia sudah mulai berlangsung pada tahun 1970-an (Yudatmoko dan Naim, 2000), yang perkembangannya terus berlangsung sampai sekarang. Kecenderungan yang terjadi di Indonesia, pola merger dan akuisisi lebih banyak dilakukan yang disebabkan karena pemilik perusahaan lebih nyaman dengan kepemilikan saham pribadi dalam jumlah besar.

Banyak penelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk meneliti pengaruh keputusan merger dan akuisisi terhadap kinerja perusahaan, dengan hasil yang beragam. Bamber dan Cheon (1995), melakukan penelitian terhadap keputusan merger dan akuisisi perusahaan. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa perubahan harga merefleksi perubahan prediksi rata-rata pasar secara agregat, sebaliknya volume perdagangan merupakan jumlah tindakan atau perdagangan investor individual. Reaksi pasar yang ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan diukur dengan menggunakan abnormal return, sehingga bila suatu pengumuman mengandung informasi, maka investor akan mendapatkan abnormal return.

Meek (1997) dalam Payamta ( 2001) menyatakan bahwa setelah merger, sekitar 60% responden mengalami penurunan profitabilitas. Newbold (1970) dalam Payamta (2001) menyatakan bahwa pengaruh merger terhadap produktivitas tidak selalu positif, dimana sebagian sampel penelitian merealisasikan laba sangat kecil dan sisanya mengalami peningkatan laba yang sangat besar.

Skripsi Lengkap (bab 1-5 dan daftar pustaka) untuk judul diatas bisa dimiliki segera dengan mentransfer dana Rp350ribu Rp300ribu. Setelah proses pembayaran selesai skripsi dalam bentuk file/softcopy langsung kita kirim lewat email kamu pada hari ini juga. Layanan informasi ini sekedar untuk referensi semata. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Cara pesan: Telpon kami langsung atau ketik Judul yang dipilih dan alamat email kamu kirim ke 0817-273-509 atau 0274-9300600

Kami akan selalu menjaga kepercayaan Anda!

Di Indonesia, penelitian mengenai pengaruh merger dan akuisisi diantaranya dilakukan oleh Nasser (2003). Penelitian tersebut dilakukan terhadap perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi periode 1996-2000 yang diperoleh sebanyak 24 perusahaan. Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan harga saham perusahaan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi, akan tetapi terdapat perbedaan signifikan terhadap volume perdagangan sahamnya.

Rachmawati dan Tandelilin (2001) melakukan penelitian mengenai pengaruh pengumuman merger dan akuisisi terhadap perusahaan target, penelitian tersebut dilakukan pada periode 1991-1997. Hasil penelitian Rachmawati dan Tandelilin (2001) tersebut menunjukkan terdapat kumulatif abnormal return signifikan dua hari menjelang pengumuman, akan tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan perbedaan return perusahaan sebelum dan sesudah pengumuman merger dan akuisisi.

Penelitian ini merupakan pengembangan dari  penelitian Nasser (2003). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Nasser (2003) adalah pada penggunaan periode penelitian, dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan penelitian Nasser (2003) periode penelitian diambil pada tahun 2000-2004, pada saat ini pasar modal Indonesia telah mulai banyak melakukan penyesuaian pada periode ini pasca krisis moneter tahun 1997. Perbedaan yang lain dengan penelitian Nasser (2003) adalah penelitian ini menambahkan teknik analisis untuk mengetahui pada hari ke berapa pasar bereaksi (sehingga menghasilkan abnormal return signifikan), pada periode di sekitar pengumuman.

Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian pendahuluan diatas, penulis melakukan penelitian dengan judul:  “Analisis Dampak Merger dan Akuisisi Terhadap Abnormal Return Saham (Studi Pada Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004)”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah pengumuman merger dan akuisisi menghasilkan abnormal return bagi perusahaan?
  2. Apakah terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah merger dan akuisisi?

1.3  Motivasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan karena peneliti melihat adanya kelemahan pada pengambilan sampel penelitian Nasser (2003), pada penelitian tersebut pengambilan sampel melibatkan periode pada saat Indonesia sedang mengalami krisis moneter pada tahun 1997,  sehingga dikhawatirkan menyebabkan hasil analisis yang bias.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membuktikan apakah pengumuman merger dan akuisisi menghasilkan abnormal return bagi perusahaan.
  2. Untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.

Print Friendly
Analisis Dampak Merger dan Akuisisi Terhadap Abnormal Return Saham (Studi Pada Bursa Efek Jakarta Periode 2000-2004)

Leave a Reply