Referensi Jurnal Skripsi

BAB I

 PENDAHULUAN

 1.1 Latar belakang

 Tujuan kegiatan pemasaran adalah untuk mempengaruhi pembeli untuk bersedia  membeli  produk  pada  saat  konsumen  tersebut  membutuhkan.  Untuk dapat  mempengaruhi  pembeli  produsen  harus  mengetahui  bagaimana  perilaku yang  akan  menjadi  sasaran  penjualan.  Dengan  mengetahui  perilaku  pembeli tersebut produsen dapat dapat memutuskan bagaimana produk yang akan dijual.

Dalam  memasarkan  produknya  produsen  menggunakan  alat  pemasaran yaitu  bauran  pemasaran.  Bauran  Pemasaran  yang  terdiri  dari  Product,  Price, Place, Promotion (4P). Bagi konsumen, komponen-komponen  bauran pemasaran yang diberikan oleh perusahaan dapat menjadi stimulus dalam pengambilan keputusan pembelian. Dengan melihat kenyataan itu perusahaan diharapkan dapat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat.

Salah satu industri strategis di Indonesia adalah industri Semen yang merupakan  faktor penting dalam pembangunan  dan perekonomian.  Pada jaman orde baru semen seringkali  menjadi perhatian  masyarakat,  yaitu harganya yang fluktuatif meskipun pemerintah telah menetapkan Harga Patokan Setempat (HPS), dan terjadi pembagian wilayah pemasaran diantara produsen semen. Artinya pada masa  itu  terjadi  kartel  harga  dan  pembagian  wilayah  pemasaran.  Akibatnya seringkali  terjadi  kelangkaan  semen  di  pasar  yang  bersangkutan  dan  diikuti dengan harga yang tinggi. Tetapi sejak Indonesia dilanda krisis ekonomi dan keuangan, pasar  semen  diliberalisasi  atau  diatur  menurut  mekanisme  pasar.

Menurut  Silalahi  (2003)  “Pasar  industri  Semen  terjadi  secara  oligopoli. Pasar oligopoli adalah terdapat beberapa pelaku usaha yang mempunyai kekuatan pasar kurang lebih sebanding”. Salah satu karakteristik  pasar yang oligopolistik yang diperdagangkan adalah barang-barang yang homogen, seperti semen, bensin, minyak  mentah,  bahan  bangunan,   pipa  baja  dll.  Di  dalam  pasar  oligopoli khususnya   pada   barang-barang   yang   homogen.   Menurut   Lincoln   Arsyad (2000:355) “Dalam struktur pasar yang oligopolistik, jika suatu perusahaan mengubah harga yang ditetapkan maka perusahaan-perusahan  lain akan bereaksi pula  dengan  mengubah  harga-harga  mereka”.  Artinya  jika  satu  pelaku  usaha dalam hal ini market  leader  menaikkan  harganya  yang lain juga otomatis  ikut menaikkan  harganya  dan sebaliknya  jika market  leader  menurunkan  harganya, maka  yang  lain  ikut  menurunkan  harganya.  Disinilah  terjadi  apa yang  disebut dengan perilaku yang saling menyesuaikan diantara pelaku usaha. Hal ini terjadi, karena  sifat  barang-barang  yang  homogen  hampir  tidak  terdapat  persaingan kualitas. Barang yang homogen pada umumnya mempunyai kualitas yang hampir sama.

Saat ini ada tujuh produsen Semen nasional yaitu PT Semen Gresik Group menguasai 45%, dengan masing-masing  prosentase PT. Semen Gresik 25%, PT Semen Padang 13% dan PT Semen Tonasa 9% sedangkan PT Indocement 30%, PT Holcim Indonesia 12%, PT Semen Baturaja 3%, PT Semen Bosowa Maros 4%, PT Semen Andalas Indonesia 4%. Dilihat dari market share diatas apabila dilihat dari masing-masing  merek PT. Indocement menjadi market leader, tetapi jika group Semen Gresik digabung maka Semen Gresik menjadi market leader.

Sejak akhir dekade 90-an, empat dari produsen Semen global telah masuk ke dalam industri Semen Indonesia melalui jalur akuisisi. Jalur akuisisi yang dimaksud adalah mereka membeli saham perusahaan Semen lokal. Masuknya investor asing ke Indonesia merupakan bagian strategi diversikasi geografis global menuju  negara  berkembang  yang  memiliki  potensi  pertumbuhan  yang  tinggi. Dengan  masuknya  investor  asing  tersebut  akan  mempengaruhi   masa  depan industri Semen nasional, seperti persaingan  antar industri Semen nasional yang cukup  ketat,  saat  ini  investor  asing  di  bidang  semen  yang  masuk  Indonesia umumnya  para pemain  besar tingkat dunia. Seperti Lafarge  SA (Prancis)  yang merupakan  produsen semen terbesar dunia menguasai 99,9%  saham PT Semen Andalas Indonesia (SAI); Heidelberger Zement AG (Jerman) menguasai 65,15% saham  PT  Indocement  Tunggal  Prakarsa  (ITP);  dan  Holcim  (produsen  semen terbesar kedua asal Swiss) mengambil alih  77,33% saham PT Semen Cibinong, sedangkan Semen Gresik Group pada awalnya 25,53 % sahamnya dikuasai oleh perusahaan  Cemex  asal  Mexico  kemudian  pada  bulan  Mei  2006  dibeli  oleh Rajawali group.

 Pada 2005 permintaan Semen mencapai 31 juta ton, sedangkan pada tahun 2006 sebesar 32,1 juta ton.  Menurut Urip Timuryono dalam www.wartaekonomi.com, “menyatakan pasar semen diprediksi hanya tumbuh sebesar 1% tahun 2006 dibandingkan  konsumsi sebesar 31 juta ton pada 2005, industri semen diperkirakan tumbuh sebesar 5%-7% pada 2007 dengan realisasi pembangunan  infrastruktur”. Pertumbuhan  konsumsi  semen  pada  tahun  2006 berjalan lambat karena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam  persaingan  industri  Semen  yang  semakin  meningkat,  diperlukan

berbagai strategi oleh produsen atau penjual semen, Menurut Kotler (2005:208) “Perusahan harus menerapkan tiga bidang yaitu memperbesar permintaan pasar, kedua melindungi pangsa pasar sekarang, ketiga meningkatkan pangsa pasar”. Kegiatan pada suatu perusahaan, memiliki tujuan untuk memperoleh laba dengan melakukan   sedikit   pengeluaran.   Setiap   perusahaan   memiliki   visi   dan   misi tersendiri untuk memperoleh tujuan yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen. Perusahaan memiliki dua tujuan, yaitu tujuan jangka pendek dan jangka panjang, dalam   jangka   pendek   perusahaan   akan   berusaha   untuk   memperoleh   laba sedangkan untuk jangka panjang perusahaan memiliki tujuan untuk menanamkan image dari perusahaan agar pelanggan memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan.   Salah  satu  alat  yang  digunakan  untuk  menganalisis   persaingan kegiatan yang telah disebutkan diatas yaitu menganalisis bauran pemasaran.

Bauran pemasaran merupakan alat yang digunakan perusahaan dalam memasarkan   produknya.  Dengan   menganalisis   bauran   pemasaran   tersebut perusahaan  dapat  mengevalusasi  pemasaran  yang  saat  ini  sedang  dilakukan, Apakah bauran pemasaran yang diterapkan pada produknya sudah sesuai dengan target yang diinginkan.  Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka penulis merasa perlu melakukan penelitian dengan judul :

“ANALISIS BAURAN PEMASARAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SEMEN (Studi Pada Kontraktor Di Wilayah Kota Kediri)”

1.2 Perumusan Masalah

  1. Apakah  bauran  pemasaran   yang  terdiri  dari  variabel  produk,  harga, promosi, distribusi, berpengaruh secara simultan terhadap keputusan kontraktor dalam pembelian Semen di Kota Kediri?.
  2. Apakah  bauran  pemasaran   yang  terdiri  dari  variabel  produk,  harga, promosi,   distribusi,   berpengaruh   secara   parsial   terhadap   keputusan kontraktor dalam pembelian Semen di Kota Kediri?.
  3. Variabel  bauran pemasaran manakah yang dominan berpengaruh terhadap terhadap keputusan kontraktor dalam pembelian Semen di Kota Kediri?.
Print Friendly

tags for the article:

jurnal skripsi manajemen (2)
ANALISIS BAURAN PEMASARAN YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SEMEN (Studi Pada Kontraktor Di Wilayah Kota Kediri)

Leave a Reply